Pasangan Hidup…Datanglah!

 

Tulisan ini merupakan kontribusi oleh Mira Hadiatmana

 

Dear Alam Semesta,

Sejak aku diberi vonis bahwa ada kista dalam indung telur sebelah kiri yang harus diangkat, dokter telah mewanti-wanti bahwa aku harus segera menikah dan punya anak. Tentunya ada penjelasan medis di balik ‘nasihat’ tersebut. Saat aku mengandung, janin yang berkembang di dalam rahimku akan ‘memakan’ & mengalahkan jabang kista yang mungkin tersisa.

Kemarin, nasihat serupa dilontarkannya: “Mbak punya pe-er, segeralah menikah dan punya anak…karena ada sel reaktif yang memberi kemungkinan bahwa kista akan muncul kembali.” Alarm waspada yang sempat kumatikan—karena kupikir operasi pengangkatan kista yang baru kujalani tersebut adalah yang pertama dan terakhir—kembali menyala secara otomatis. Kupikir ‘pe-er’-ku berhenti sampai di situ, tapi ternyata perjalanan belum usai. Walaupun begitu, aku tetap berpikir positif…ini semua adalah rencana Tuhan, dan rencana-Nya selalu sempurna; seperti siklus hidup yang terus berputar, yang kadang naik kadang turun, kuyakin bahwa semua yang kulalui ini adalah demi kebaikan.

Terus terang, selama ini topik ‘pernikahan’ tak pernah menjadi isu yang menjadi prioritas utama dalam hidupku. Dengan pernyataan dokter tersebut, mau tak mau akupun sedikit merasa agak ‘terdesak’ untuk menemukan pasangan hidup. Aku berusaha tetap berpikir positif dan terbuka terhadap semuanya. Mungkin saja ini teguran dari Tuhan, inilah saatnya untuk membuka diri & menghilangkan ketakutan-ketakutan bahwa aku tak patut dicintai. Aku kembali mengingatkan diriku,  The past has no power over you, dear… lalu bangkit untuk mengklaim self-worth yang kumiliki & kuhargai betul-betul, terutama setelah melewati serangkaian kejadian dalam 2 tahun terakhir ini di perusahaan tempatku bekerja.

Terlepas dari itu semua, akhir-akhir ini memang terbersit keinginan untuk memiliki pasangan hidup. Bukan karena teman-temanku yang lain sudah menikah, bukan karena dorongan dari keluarga (ataupun sang dokter), dan sama sekali bukan karena aku takut dibilang ’perawan tua’. Menengok ke beberapa tahun belakangan, aku merasa manis getirnya hidup sebagai fun, fearless, (single) female. Dugem, wisata kuliner, plesir ke luar negeri, jatuh cinta, patah hati, foya-foya dengan uang jerih payah sendiri, kerja rodi demi membuktikan diri bahwa aku adalah penulis berbakat yang tak bisa dianggap enteng, mencintai hidup, membenci hidup. Kini, aku bisa berkata bahwa jika aku memperoleh kesempatan untuk mengubah setitik fakta dalam hidupku yang penuh warna ini, aku tak akan melakukannya. Hidupku sempurna! Aku bahagia.

Kalaupun sekarang aku berniat untuk memiliki pendamping hidup, itu karena aku sudah siap lahir dan batin. Kuakui, aku pernah menjadi seseorang yang memiliki kriteria panjang untuk menentukan siapa yang pantas menjadi partner seumur hidupku. Dengan angkuhnya, aku sering menemukan diriku sebagai kritikus yang menghakimi pria-pria yang pernah dekat dengan diriku. Kenapa? Karena aku ingin agar ia dapat memenuhi ekspektasiku akan ’the one’, karena aku ingin dia sempurna tanpa cela seperti tokoh-tokoh pria romantis dalam drama romantis yang kutonton, karena aku tak ingin disakiti seperti pengalamanku di masa lalu. Aku lupa bahwa tak ada orang yang sempurna, termasuk diriku sendiri….dan aku terlampau egois untuk mau mengakuinya.

Aku memiliki sederet hubungan yang mengecewakan di masa lalu…tetapi itu bukan berarti masa depanku akan mengulang hal serupa. I am brand new every second.

Aku ingin membuka diri, tak lagi takut atau ragu untuk menunjukkan kepribadian sejatiku…karena aku yakin there’s someone out there for me, someone who loves me just the way I am. Aku siap membuka lembaran baru, dan aku yakin aku akan bertemu dengannya…selama aku terus membuka hati, pikiran dan berani menghadapi ketakutan-ketakutan yang tak beralasan.

Dengan segenap kerendahatian, aku berharap Alam Semesta akan membuka jalan bagiku untuk bertemu dengan pasangan hidup yang terbaik untukku. Sebentuk permohonan kupanjatkan; di waktu yang tepat, dengan pria yang tepat…Amin.

When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it. ~The Alchemist

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Mira Hadiatmana adalah seorang guru, penulis dan individu yang gemar traveling ke berbagai tempat baru. Ia adalah seseorang yang nampak lembut di luar, namun idealis di dalam. Kata-kata yang sesuai menggambarkan sosok bergolongan darah AB ini adalah kreatif, unik dan ambigu (ramah dan mudah bersosialisasi tapi tidak senang keramaian, gemar mencoba hal baru tapi senang dengan lingkungan yang familiar, suka keteraturan tapi mudah jenuh). Mengalir seperti air, seperti zodiak yang menaunginya, Aquarius, hal yang terpenting dalam hidup bagi Mira adalah terus belajar dan mengajar; dimanapun ia berada. Twitter: itnarimuya

Advertisements

One thought on “Pasangan Hidup…Datanglah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s