Surat 5 Tahun

 

Tulisan ini merupakan kontribusi oleh Mira Hadiatmana

 

‘Surat 5 Tahun’ adalah surat yang kutulis untuk mengurai rencana hidupku di 5 tahun ke depan. Aku menulis surat ini berdasarkan rekomendasi dari seorang teman yang telah mewujudkan rencana yang dituangkan dalam ‘Surat 5 Tahun’-nya. Ia menulis bahwa ia menemukan belahan jiwanya; seseorang yang memiliki fitur wajah Latin, romantis dan berwawasan luas. Selain itu, ia juga menulis bahwa ia akan menghabiskan sisa hidupnya di luar negeri. Guess what? Dengan keyakinan bahwa ia akan memperoleh itu semua, ‘Surat 5 Tahun’-nya terwujud dalam kehidupan nyata.

Tergerak dari ceritanya, akupun melakukan hal yang sama. Inilah ‘Surat 5 Tahun’ versiku:

2010

Ternyata petunjuk yang gw asumsikan ga meleset. Di awal tahun, secara effortless, seorang teman menawarkan pekerjaan sebagai Sales Marketing di sebuah brand kosmetik ternama. Ternyata Company X adalah sebuah prolog buat gw untuk melangkah ke bidang Marketing & PR lebih dalam. Di pekerjaan ini, gw merasa sangat antusias karena jobdesc gw merambah bidang training karyawan/ti, presentasi di depan klien, event organizing & newsletter serta product knowledge writing. Gw merasa semua pengalaman terdahulu gw sangat berkontribusi dalam memuluskan karir gw yang baru. Gw sangat bersyukur karena rekan-rekan kerja gw sangat suportif, jadi gw betah…mereka sangat open-minded, punya karakter teamworking yang solid & humoris, jadi seberat apapun tugas yang ada ga jadi masalah. Gw merasa bahwa inilah bidang yang tepat buat gw…

Kenyataannya: aku diterima sebagai PR Consultant di sebuah PR Agency yang memiliki sebuah brand kosmetik ternama sebagai salah satu client mereka. Job desc yang dilimpahkan kepadaku juga meliputi presentasi di depan klien, event organizing & newsletter serta product knowledge writing. Para kolegaku juga suportif, solid dan humoris. Namun, seiring berjalannya waktu, ada sesuatu yang mengganjal…aku ragu bahwa ini adalah bidang yang tepat untukku. Aku merasa bahwa bidang yang kugeluti adalah cara lain menjual produk dengan cara yang halus, dengan memelintir pesan ke dalam benak konsumen sehingga mereka tergerak untuk membelinya. Selain itu, ada pula praktik menaikkan harga supplier hingga para PR consultant mendapat keuntungan pribadi. Meski praktik itu terbilang lazim dilakukan di banyak perusahaan lain, aku merasa bahwa yang kulakukan bertentangan dengan hati nurani. It’s like a ‘make-belief’ that everything is as it should be…when it’s not.

 2011

Seiring dengan consciousness & self-appreciation gw yang semakin berkembang terhadap diri sendiri, gw pun merasa lebih nyaman dengan diri sendiri. Sesosok pria yang sebetulnya sudah pernah gw kenal muncul ke permukaan. Berhubung sama-sama bekerja di bidang kreatif, tanpa sengaja, kita ketemu lagi. Kita terlibat dalam beberapa project bareng & meskipun dia bukan cowo yang romantis seperti di cerita2 dongeng, gw merasa aman & nyaman bertukar pikiran dengannya. Dia pria dewasa yang mapan & punya visi ke depan. Dia menghormati gw & begitupun sebaliknya. Dari awal gw bisa melihat dia bisa jadi partner-in-crime yang bisa diajak senang maupun susah. Sense of humour-nya juga bisa bikin gw amazed kadang2..jarang ngomong, tapi sekalinya nyeletuk bisa bikin ngakak. Secara fisik, dia punya sepasang mata yang dalam & senyum yang ngga ngebosenin diliat. Hubungan pacaran kita jalan terus selama setahun ke depan. Di masa-masa itu, jarak & waktu sering jadi penghambat hubungan kita. Gw selalu mobile dari satu kota ke kota yang lain, bahkan dari satu negara ke negara yang lain. Tapi karena dia sangat pengertian—yang saking pengertiannya gw sampai ragu, dia cinta beneran sm gw ato ngga—kita jarang berantem. Biasanya gw yang suka mancing2 jealousy..just to make sure kalau dia memang cinta :p Tapi yah…kalopun gw dapet yang posesif & jealous-an, gw yakin pasti hubungan gw ga akan bertahan sampai setahun.Therefore, I am indeed grateful to have him beside me.

Kenyataannya: aku bertahan di PR Agency tersebut hingga pertengahan September 2011. Tidak ada pria yang sungguhan mendekatiku. Ada sih, seseorang yang kelihatannya tertarik untuk mengenalku lebih jauh, tapi aku membentengi diri untuk tidak mengambil resiko untuk menyukainya karena ia berbeda agama. Di Lebaran, saat bertandang ke salah satu rumah saudara, salah seorang kerabat melihat kejanggalan pada bentuk perutku yang membengkak, seperti sedang mengandung bayi. Kebetulan ia memiliki kista yang baru dioperasi. Ia menyarankan agar aku memeriksakan diri ke dokter, “Kalau nggak ada apa-apa, syukur…tapi kalau ada apa-apa ‘kan bisa langsung ditangani.” Dua hari sesudahnya, aku memeriksakan diri ke dokter, dan tanpa kuduga, aku memiliki kista berdiameter 20 cm yang harus segera diangkat karena dikhawatirkan akan pecah di dalam perut – kondisi yang akan lebih menyulitkan dokter untuk membersihkannya jika terjadi. Setelah berkonsultasi, aku memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan kista dan indung telur sebelah kiri di tanggal 21 September 2011. Menyadari bahwa setiap penyakit berasal dari pikiran, aku mulai mencari core yang memicu penyakit ini dan mengambil kesimpulan bahwa tingkat stres yang tinggi dalam pekerjaan telah membuatku mencari kenyamanan dalam bentuk comfort food (ayam broiler, makanan fast food, dan sebagainya). Pekerjaanku tak layak disalahkan, karena nature-nya memang demikian; deadline setiap saat. Tapi, sepertinya aku memang cocok di iklim pekerjaan seperti itu, namun aku memaksakan diri untuk bertahan.

2012

Gw dilamar di hari ulang tahun gw yang ke 30! The wedding is in a hotel (in the name of practicality) in the mid-year. Kita gak menunda punya anak…ga sampai 6 bulan di usia pernikahan, gw mulai ngerasa morning sickness..gw hamil! Di usia gw yang kepala 3, gw bersyukur karena udah mencapai posisi yang bagus dalam karir gw & networking yang tersebar dimana-mana…maka dari itu, gw memutuskan untuk quit sampai anak gw udah cukup besar. Setelah quit, gw jadi punya waktu untuk menulis lagi…gw mulai menulis buku self-help buat para cosmopolitan ladies out there. Having learned frm my previous experience, I know exactly what to write and share to them.

Kenyataannya: di bulan ini, aku sudah memasuki usia 30 tahun 7 bulan, and no signs of a husband-gonnabe yet. Harus kuakui, aku belum siap. Aku melihat berbagai perkawinan yang ricuh, penuh drama dengan perselingkuhan dan sebagainya. Alhasil, akupun maju mundur, ternyata aku masih punya ketakutan untuk terluka lagi. Namun, aku tetap percaya bahwa jodohku akan datang ketika aku sudah siap. Perhaps, when I least expected. Oh ya, ‘buku self-help buat para cosmopolitan ladies out there’ memang belum terbit, tapi aku punya feeling kuat kalau blog ini adalah awal yang bagus untuk mewujudkannya.

 2013

Kehamilan gw ngga nyusahin samasekali. Around mid-year, my baby girl was born! She’s so pretty, she has my almond eyes & wavy hair. Buku gw sempet tertunda beberapa saat karena konsentrasi gw terfokus sama Maura. Tapi gw ga komplain sedikitpun..she deserves every second of the precious moments. Di usia setengah tahun, dia udah bisa gw dandan2in..dengan bando, jepit, pita, gelang…(& all these times I preferred to hv a boy..apparently having a girl isn’t so bad after all.

Kenyataannya: Hmm, kalau Maura lahir pertengahan tahun 2013, berarti masih ada kemungkinan aku akan menikah bulan Oktober atau November (sebulan dari sekarang). Well, if we were in Vegas…maybe that can happen! Hahahaha…

2014

Ketika Maura udah bisa gw percayain sm nanny, gw mulai kembali menulis. Ide-ide meluncur deras, sehingga proses editing & publishing ga makan waktu lama. Setelah launching, ternyata buku gw termasuk bestseller! Ingatan gw kembali ke saat-saat dimana pernyataan ‘if you live your passion, then everything else will follow’.Gw bisa memahami secara total, apa yang disebut dengan itu. Langkah gw ga berhenti sampai disitu aja..gw terus menulis buku & menyediakan waktu untuk melakukan berbagai aktivitas yang bertujuan empowering others.

Kenyataannya:  We’ll just have to wait and see.

Seringkali keinginan dan kenyataan tak berbanding lurus. Itu adalah pil pahit yang harus kutelan. Meskipun begitu, belajar dari pengalaman, aku mengambil kesimpulan bahwa tak ada hal yang kebetulan. Setelah kutelaah kembali, ternyata banyak ‘keinginanku tak terwujud’ yang menyelamatkanku dari berbagai hal yang merugikan. Jika aku sekarang belum menikah dan berkeluarga, aku yakin pasti ada hikmah di baliknya. Mungkin aku memang belum siap dan cukup bertanggung jawab saat ini.

Ada kutipan bijak yang berbunyi, ”The patient way is the fastest way.” Aku percaya bahwa esensi itu benar adanya. Buat apa kita ngoyo, memaksakan kehendak jika alam semesta belum menghendakinya? Percayalah, semua ada waktunya tersendiri. Mengikuti kata hati adalah hal terbaik yang dapat membuka pintu ke hal-hal yang luar biasa, hal-hal yang mungkin bagi kita mengecewakan…namun ke depannya, akan membuat kita tercenung dan bersyukur.

It is done. I am Alpha and Omega, the beginning and the end. I will give unto him that is thirsty of the fountain of the water of life freely. ~Revelation 21:6

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Mira Hadiatmana adalah seorang guru, penulis dan individu yang gemar traveling ke berbagai tempat baru. Ia adalah seseorang yang nampak lembut di luar, namun idealis di dalam. Kata-kata yang sesuai menggambarkan sosok bergolongan darah AB ini adalah kreatif, unik dan ambigu (ramah dan mudah bersosialisasi tapi tidak senang keramaian, gemar mencoba hal baru tapi senang dengan lingkungan yang familiar, suka keteraturan tapi mudah jenuh). Mengalir seperti air, seperti zodiak yang menaunginya, Aquarius, hal yang terpenting dalam hidup bagi Mira adalah terus belajar dan mengajar; dimanapun ia berada. Twitter: itnarimuya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s