AKU MEMILIH ADOPSI

 

Tulisan ini merupakan kontribusi oleh Nouf Zahrah Anastasia

 

“Anakku sayang, kamu akan akan selalu menjadi seseorang yang bunda cari dan rindukan, yang dengan indahnya mengisi hati ini. Walaupun bunda tau, nak, tak akan ada yang pernah bisa mengisi ruang kosong di dalam suatu sudut di dalam dadamu….”

6 tahun belum memiliki keturunan, waktu yang relatif lama bagiku. Kerinduan yang sangat besar untuk dapat menimang, memeluk, mencintai seorang anak senantiasa hadir dalam hati dan jiwaku.

Hampir semua urusan medis sudah ku jalani. Juga suamiku. Tes demi tes, operasi, juga 2 kali inseminasi, tidak juga mewujudkan mimpi kami. Kata dokter, secara medis, setelah operasi kami masih mungkin memiliki anak secara alami, tapi rupanya Allah belum memberikan amanah tersebut pada kami.

Aku mulai memikirkan untuk mengambil jalan adopsi. Aku merasa memiliki begitu banyak cinta yang dapat kuberikan pada seorang anak (walaupun bukan anak kandung).

Aku melakukan banyak riset di internet. Dari situlah aku tau, kalau ternyata tidak semua panti asuhan membolehkan penghuni pantinya untuk di adopsi. Pencarian di internet, mengarahkan aku pada suatu panti asuhan islam Bayi sehat di Bandung. Akhirnya tepat 1 minggu setelah ulang tahun perkawinan kami ke 6, kami sepakat untuk mengunjungi sebuah panti di Bandung (panti asuhan bayi sehat)…. pertama kali masuk, wuah… bergetar hati ini… melihat jejeran tempat tidur bayi dan anak yang semuanya lucu-lucu dan menggemaskan. ingin rasanya langsung menggendong. Namun di larang, karena menurut pengurusnya nanti kalau sudah digendong akan susah di lepaskan, dan jadinya rewel ujungnya. Akhirnya dari balik box bayi, aku mengajak mereka bercanda dan menghibur mereka (karena mereka sangat ingin digendong).

Singkat cerita, kami tidak jadi mengambil anak di panti asuhan tersebut. karena ternyata di panti asuhan tersebut kami tidak diijinkan untuk mengadopsi bayi.  Yang diperbolehkan adalah mengasuh. Mengasuh dalam arti, kami diberi hak asuh, akan tetapi di kemudian hari jika orang tua kandung atau pun saudara mereka menginginkan bayi/anak tersebut lagi, kami wajib menyerahkan. Rasanya, aku gak akan sanggup, karena kalau sampai itu terjadi, pastinya aku sudah sayang banget sama anak/bayi tersebut.

Akhirnya, oleh si pengurus panti di Bandung, kami dirujuk ke panti asuhan sosial tunas bangsa. Alamat tepatnya di Jalan Bina Marga no. 78, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. Dekat dengan Taman Mini. Besoknya kami pun langsung meluncur ke sana.

Tidak sulit menemukan panti tersebut. Letaknya ada di jejeran panti sosial lainnya (jompo, tuna susila, dsb). Dengan bingung kami masuk, dan menemui salah satu pengurus panti tersebut.

Kepala bagian adopsi, adalah orang yang kami jumpai pertama kali.  Kami mengutarakan niat kami untuk mengadopsi seorang bayi. Laki laki atau perempuan sama saja. Lantas, kami diperkenankan untuk melihat lihat bayi yang dirawat oleh mereka. Entah kenapa, kami tergerak untuk memasuki satu kamar, KAMAR ISOLASI. Kamar yang sebenarnya bukan kamar utama tempat bayi bayi berada.

Kamar Isolasi, menjadi saksi bisu cinta kami bertaut pertama kali. Seorang bayi mungil, kurus dan sedikit lunglai menyapa kami dengan senyum yang sangat aduhaiiiiiiiiiiii…. Manissssssssss sekali. Dengan tangan dan kakinya yang kurus dan gemeteran ia berusaha mengangkat badan dan kepalanya ketika kami masuk ke dalam. Bayi kurus yang memiliki senyum aduhai itu, bernama Azzam.

Kami, langsung jatuh hati pada Azzam. Matanya yang indah telah memukau kami dan mengisi hati ini dengan bunga-bunga. Ah, we’re falling in love!

Setelah puas bermain dengan Azzam, kami kembali menjumpai petugas panti di kantor. Mereka bertanya apakah kami telah menemui bayi yang disuka. Aku bilang yang ku suka banyak, tapi kemungkinan kami mau adopsi Azzam. Pengurus panti menanyakan keseriusan kami mengadopsi Azzam, sebab Azzam sakit, baru saja ia pulih dari Bronco Pneumonia yang bersarang di paru-paru mungilnya.  2 bulan terbaring lemah di rumah sakit termasuk 2 minggu di kamar ICU, Azzam sempat “direlakan” oleh pengurus panti. Namun, Allah berkehendak lain, sepertinya Allah menjodohkannya bagi kami.

Minggu depannya kami datang lagi, kali ini langsung menuju ruang isolasi – ruang tempat Azzam tidur. Hati yang sudah terlanjur jatuh hati kembali memantapkan hati mau mengadopsinya. Aku mulai mengkoleksi foto foto Azzam. Saat ini, kami masih masuk masa perkenalan, belum boleh gendong Azzam, karena belum di-acc utk mengadopsinya. Setelah kunjungan kurang lebih 3 minggu, suamiku menghadap kepala panti, untuk mengutarakan maksud mengadopsi Azzam. Kepala Panti menyambut baik, kami diperbolehkan (yippee, berarti sudah Acc dan besok-besok sudah boleh gendong Azzam dong!).

Setelah dapat Acc, kami masuk tahap yang disebut dengan masa sosialisasi (kalau saat ini kalau gak salah, para calon adoptan – begitu mereka menyebut kami) akan diberi kartu tanda adoptan setiap kali datang berkunjung).  Pada masa sosialisasi ini, kami boleh menggendong, memandikan, menyuapi Azzam pada saat waktu berkunjung. Kami diperkenankan berkunjung setiap hari, pada jam besuk, yaitu pukul 10-12 siang atau pukul 3-5 sore.  Kami biasanya memilih waktu besuk sore, karena saat itu kami bisa memandikan, menyuapi, dan bermain bersama.

Setelah masa sosialisasi berlangsung beberapa minggu, kami menyerahkan dokumen pendukung dan menunggu untuk dihubungi pihak panti. Sementara, kunjungan rutin tetap kami lakukan. Setelah surat surat masuk kurang lebih 2 minggu kemudian, kami dihubungi oleh pihak panti. Hati kami begitu gembira tiada tara, mendengar kami akan di-visit. Rasanya, segala mimpi ini, akan segera jadi kenyataan. Terima Kasih, ya Allah…. Hati ini penuh suka cita karena suatu kegiatan yang telah lama aku impi-impikan, sekarang bisa kulakukan. Berbelanja kebutuhan bayi! Yeay! Kami juga telah menyiapkan kamar bayi, untuk Azzam, sebab menurut cerita teman-teman sesama calon adoptan, biasanya setelah visit pertama gak lama lagi, bayinya boleh dibawa pulang.

Ternyata, sekitar 10 hari setelah rumah kami di-visit oleh dinas sosial dan petugas panti, kami diperbolehkan membawa pulang Azzam. Penyerahan dilakukan di panti, disaksikan oleh petugas dari dinas sosial, kepala panti dan bagian adopsi, dan saksi dari pihak keluarga. Tak kuasa air mata ini menetes, ketika akhirnya kepala panti menyerahkan Azzam dalam pelukanku. Subhanallah… Alhamdulillah… Allah Akbar! Ya Allah, terima kasih untuk mimpi yang menjadi kenyataan. Terima kasih untuk Azzam.

Azzam bisa dibawa pulang, bukanlah akhir dari proses adopsinya. Penyerahan Azzam ke rumah, masih dalam status hak asuh sementara, jadi sewaktu waktu Azzam masih dapat dikembalikan atau diminta kembali. Masa asuh sementara selama 6 bulan tersebut adalah masa pemantapan bagi kedua pihak. Alhamdulillah, kami sangat menikmati mengasuh dan merawat Azzam, 6 bulan berlalu terasa sangat cepat. Kami pun dihubungi lagi untuk dijadwalkan visit ke-2. Visit ke-2 di maksudkan untuk melihat bagaimana perkembangan Azzam di rumah. Alhamdulillah, tidak ada masalah dengan visit ke-dua tersebut.

Setelah visit ke 2, kami masih harus menunggu sekitar 6 bulan lagi, baru kemudian dihubungi kembali untuk dijadwalkan sidang adopsi. Sidang adopsi berlangsung cepat. Hanya sekitar 20 menit. Palu pun telah diketuk. Alhamdulillah, secara Negara, Azzam resmi telah menjadi anak angkat kami.

“Anakku sayang, kamu akan akan selalu menjadi seseorang yang bunda cari dan rindukan, yang dengan indahnya mengisi hati ini. Walaupun bunda tau, nak, tak akan ada yang pernah bisa mengisi ruang kosong di dalam suatu sudut di dalam dadamu….”

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Nouf Zahrah Anastasia

Guru ABK / Penyelam / Mantan Pendayung yang senantiasa merindukan dinginnya kabut, bau rumput & ngeteh di gunung / Menikmati peran baru menjadi ibu / indianesia@yahoo.com / Follow me @bundanouf

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s