Senang Melihat Orang Lain Susah

 

Tulisan ini merupakan kontribusi oleh Siregarrosey

 

Paling enak emang nyukurin kejatuhan seseorang yang kita benci, yang pernah menyakiti atau musuh kita. Rasanya puassss sekali, seolah-olah Tuhan dan semesta berpihak kepada kita dan membalas semua kejahatan orang tersebut. Tanpa sadar kita menjadi besar kepala dan merasa dibela–dan berarti kitalah yang benar, yang paling benar.

“Dulu dia menyakiti hati gue, sekarang sukurin tuh pernikahannya tidak bahagia, tidak punya anak!”

“Dulu dia ninggalin gue tanpa alasan jelas, karma tuh dia sampe sekarang gak kawin-kawin.”

“Manusia jahat sih, makanya matinya susah dan dikasih sakit terus”

…dan masih banyak lagi contoh bagaimana kita dengan nada sedih penuh kepuasan dan kesombongan menceritakan betapa terdzoliminya kita atas perbuatannya dulu dan bagaimana Tuhan berada di pihak kita dan sudah  membalaskan ‘dendam’ kita.

Kepuasan itu palsu. Rasa puas itu seperti kanker yang menggerogoti tubuh, hati dan pikiran kita. Dengan mensyukuri kejatuhan seseorang berarti kita masih menyimpan rasa benci, sakit hati, dendam dan kepahitan. Bohong kalau kita katakan sudah memaafkan tapi masih tersenyum senang dan puas melihat orang tersebut tertimpa musibah. Itulah ‘kanker’ yang akan menggerogoti kita.

Ada yang bilang, doa orang yang terdzolimi itu cepat sampai ke surga, didengar dan dibalaskan berkali lipat. Tapi apakah dengan demikian kita berhak berdoa dan meminta Tuhan bak preman pasar untuk menghancurkan orang tersebut? Gak jarang secara halus kita berkata “Biar Tuhan yang balas.” Halus kedengarannya, seolah kita pasrah akan pedang keadilan Tuhan yang akan meluluh lantakkan orang tersebut…tapi bukankah itu sama saja kita mengutuk dan mendoakan orang tersebut untuk mendapat azab dari Tuhan?

Ada yang bilang, doa tulus kita untuk orang lain akan kembali kepada kita. Jika kita berdoa yang baik-baik untuk orang lain, maka kebaikanlah yang akan kita terima. Demikian juga sebaliknya, doa jahat kita untuk orang lain, sangatlah mungkin akan berbalik menjadi kejatuhan kita sendiri.

Aku meyakini karma itu ada, maka dalam setiap langkah dan perbuatan kepada orang lain, kita semestinya berhati-hati, karena apa yang kita tabur, itu yang kita tuai. Tak jarang ketika seseorang merasa hidupnya sial terus, jalan hidupnya terasa berat dan banyak halangan, dia mulai berpikir kembali ke masa lalu, siapakah orang yang pernah kusakiti? Karma tahu bagaimana cara menemukan kita kembali. Karma itu mengingatkan kita bahwa kita pernah berbuat salah dan menyakiti hati orang lain, sengaja ataupun tidak, sadar ataupun tidak.

Jadi kalau saat ini kita sedang dalam posisi sebagai orang yang tersakiti, ya sudahlah ya…mungkin itu karma kita yang dulu pernah menyakiti hati orang lain. Buat apa membenci setengah mati dan mendoakan yang buruk untuk orang yang menyakiti kita kalau setiap kita pun dulu pernah menyakiti orang lain? Terimalah karma itu dengan ikhlas, semakin cepat terbayar lunas–semakin baik, semoga semesta tidak membalasnya ke anak cucu.

“Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok, supaya Tuhan tidak melihatnya dan menganggapnya jahat lalu memalingkan murkanya daripada orang itu” (Amsal 24:17-18)

__________________________________________________________________________________________________________________________

Siregarrosey

bungsu dari 7. pisces. single. two sides of coin personality. dog lover. love writing. love traveling. love to love. love to laugh.

Twitter: @rosceh

Advertisements

2 thoughts on “Senang Melihat Orang Lain Susah

    • Gw gak tau apakah itu karmanya, gw gak mau berpikir seperti itu karena takut menjadi merasa benar dan seperti mensyukuri. Gw malah berdoa minta ampun kl karena gw pernah merasa sakit akhirnya hidup seseorang sepertinya tidak bahagia. Semoga bukan karena itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s