Takut…Ada Vampir!

 

Tulisan ini merupakan kontribusi oleh The Soul Sista’ (bukan nama yang sebenarnya)

 

Namaste,

Pernahkah kalian mendengar istilah emotional atau energy vampire?

Kita semua pasti sudah tahu apa yang dimaksud dengan vampire.  Makhluk berkulit pucat serta penghisap darah ini telah diangkat ke dalam film-film dan buku-buku cerita sejak dahulu kala. Mereka ditakuti karena mereka ‘bertahan hidup’ dengan menghisap darah para korbannya sampai mati.

Dari penjelasan itu, kita dapat mengambil kesimpulan, yang dimaksud dengan emotional atau energy vampire adalah mereka yang ‘hidup’ dari menghisap energi orang lain, sehingga membuat orang lain merasa lelah karena energi mereka terkuras oleh si vampire ini.

Beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan seseorang yang membuat saya merasa draining. Itu bukan pertemuan kami yang pertama, tetapi aku berharap akan menjadi yang terakhir sampai setidaknya aku sudah cukup kuat dan bisa membentengi energy field-ku sendiri ketika bertemu dengannya.

Ia mempunyai kisah hidup yang cukup luar biasa. Aku sendiri salut dengan apa yang telah ia lalui. Tetapi rupanya, ia belum benar-benar lepas dari masa lalunya itu, sehingga dalam setiap pertemuan kami, bersama-sama dengan orang lain atau tidak, ia selalu bercerita mengenai masa lalunya itu.

Pertama mendengar ceritanya, aku berusaha menjadi pendengar yang baik. Kedua kali, aku masih mencoba mendengar ceritanya dengan baik. Kemudian, aku mulai melihat ada pola dimana ia secara tidak langsung ingin diperhatikan melalui ceritanya itu. Ia membawakan ceritanya dengan gaya yang cukup santai, tapi aku mendapati suaranya yang semakin meninggi dan mulai terasa mengganggu ketika ia bercerita. Dan, ketika ia sudah memasuki zona bercerita itu, ia bagaikan kereta api yang melaju dengan cepat…tiada henti. Lalu, pada pertemuan kami yang ketiga, aku pulang ke rumah dengan perasaan lelah, secara fisik maupun non-fisik.

Sebetulnya, sejak pertemuan kami yang kedua…aku sudah merasa sesak di dada. Entah kenapa, bersama dengannya membuat dadaku terasa berat. Bahkan, tepat sebelum pertemuan kami yang ketiga, mendengar namanya disebut oleh teman kami saja sudah membuat dadaku terasa sesak.

Begitu banyaknya tanda-tanda yang sudah diberikan oleh Alam Semesta mengenai keadaan itu, tetap saja membuatku masih meragukannya. Bahkan muncul pertanyaan seperti, “Ini beneran feeling gue apa judgment gue aja ya…?” kepada diriku sendiri. Kemudian, aku berusaha menepis semua tanda-tanda itu dari pikiranku dengan menganggap bahwa itu semua hanya asumsi burukku saja.

Aku begitu ragu untuk mempercayai intuisiku karena aku melihat kepada teman-teman kami lainnya, dan sepertinya hanya aku yang merasa dia begitu melelahkan. Sedangkan yang lainnya menanggapi cerita-ceritanya dengan penuh perhatian. Dan, bukannya lebih mendengarkan lagi ‘ke dalam’, aku malah berpikir bahwa aku hanya mengada-ada hanya karena teman-temanku tidak merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan.

Ya, emotional atau energy vampire itu mampu membuat kita merasa stress tiba-tiba, lelah, sesak di dada, bad mood, bahkan terkadang mampu membuat kita merasa bersalah. Mereka ‘menyampah’ dengan cerita-cerita mereka, keluhan-keluhan mereka, dsb-nya. Mereka tidak butuh ‘masukkan’ apa pun dari para pendengarnya. Mereka hanya perlu didengarkan. Dengan begitu, mereka bisa melepaskan beban mereka kepada pendengarnya, dan secara kasat mata, mereka menghisap energi si pendengar. Itulah mengapa kita selalu merasa lebih baik setelah bisa berbagi cerita dengan orang lain.

Hal ini bukan berarti aku menganjurkan kalian untuk tidak berbagi masalah kepada orang lain. Kita tidak mungkin tidak berbagi, tetapi semua juga ada proporsinya. Ketika kita mendengarkan hal yang sama dari orang yang sama berulang kali, tanpa mau menerima masukkan atau menolak secara halus semua masukkan-masukkan yang ada, lalu setelah mendengarkannya membuat kita merasa lelah luar biasa…mungkin itu pertanda bahwa orang itu hanya ingin menghisap energi kita.

Mereka sendiri sebetulnya tidak menyadari akan apa yang terjadi. Mereka tidak dengan sengaja ingin menghisap energi siapapun, tetapi mereka bisa merasakan efek positif yang mereka dapatkan setelah mereka bercerita. Dan, efek itulah yang mereka ingin rasakan berulang kali sehingga mereka akan dengan senang hati menyebarkan kisah mereka kepada siapapun yang ingin mendengarnya. Jangan salah…pada dasarnya, kita semua pernah menjadi emotional atau energy vampire.

Ketika kita mengalami stress atau sedang tidak stabil emosinya, kita cenderung menjadi emotional atau energy vampire. Bahkan, tanpa perlu mengeluarkan sepatah kata pun, kita sudah bisa menghisap energi orang lain. Pernahkah kalian bertemu dengan seseorang dimana keberadaannya saja sudah terasa mencekam…dan tiba-tiba merasa sesak, seakan-akan udara pada saat itu seperti menghilang entah kemana…? Atau…pernahkah kalian merasa lelah tiba-tiba ketika sedang bertemu dengan seseorang…? Itu mungkin pertanda bahwa kita sedang bertemu dengan seorang emotional atau energy vampire.

Para emotional atau energy vampire ini mempunyai kecenderungan untuk melihat segala sesuatunya secara negatif atau suka mengeluh, senang bergosip atau membicarakan hal-hal yang buruk mengenai orang lain, sangat suka mengontrol dan mengkritik orang lain, drama queen atau king, ‘menumpahkan’ cerita kepada siapa saja mengenai keseluruhan kisah hidupnya tanpa memilah-milah siapa yang tepat untuk diajak berbagi, dan tentu saja selalu memusatkan perhatian kepada dirinya sendiri. Dan, sebelum kita semua mencocokkan tanda-tanda ini dengan orang-orang di sekitar kita, “Wah…ini mah si A banget nih!”, cobalah untuk memeriksa diri kita sendiri terlebih dahulu. Bisa saja kita ‘menarik’ mereka ke dalam hidup kita karena kita sendiri seperti itu.

Terkadang, kita tidak bisa menghindari berpapasan atau berhubungan dengan para emotional atau energy vampire itu, misal di tempat kita bekerja. Tetapi, kita bisa membatasi banyaknya waktu yang perlu kita ‘habiskan’ untuk berinteraksi dengan mereka.

Apabila pasangan hidup kita yang menjadi emotional atau energy vampire itu, tentunya kita harus mencari cara untuk bisa menghadapi mereka tanpa perlu selalu merasa kelelahan. Teknik-tekniknya bisa kalian dapatkan di internet dan buku-buku self-help atau psikologi.

Sebisa mungkin, hindari meluangkan waktu terlalu banyak bersama para emotional atau energy vampire itu.  Lebih banyaklah meluangkan waktu dengan orang-orang yang lebih positif dan loving. Lebih berani lagi untuk bisa meletakkan batasan-batasan terhadap diri kita. Jangan takut dengan cap-cap seperti ‘ga gaul’ atau ‘aneh’. Tiap orang mempunyai kadar kepekaan yang berbeda-beda. Kita yang paling mengenal diri kita sendiri, oleh karena itu, kita wajib mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh badan dan suara hati kita kepada diri kita. Kalau bukan diri kita sendiri yang mendengarkan dan menjaganya, siapa lagi yang akan melakukannya?

_________________________________________________________________________________________________________________

This Soul Sista’ loves to read, write, eat, travel, and to enjoy a cup of coffee…and yeah…dogs!

I also do some cards reading by online, if there’s anybody interested, just contact me:

Email: thesoulsista@ymail.com / YM! thesoulsista

 

 

Advertisements

One thought on “Takut…Ada Vampir!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s