[Kali Ini] Tak Ingin Jadi Bijaksana

 

Tulisan ini merupakan kontribusi oleh Parahita Satiti

 

Pria #1
Saya sudah mengenalnya hampir setahun. Beberapa kali perjalanan kami lalui bersama. Namun, baru kali itu saya melihatnya dengan cara berbeda, saat saya jatuh, terluka, dan ia menawarkan selembar tisu untuk membersihkan luka itu.
Itu kejadian enam bulan yang lalu. Enam bulan, waktu yang cukup untuk menyadari, yes it is a very deep crush I have inside.

Pria #2
Karena pekerjaan lah saya bertemu dengannya. Sabar, itu karakter darinya yang saya kagumi. Terutama kesabaran menghadapi ego saya sebagai seorang Leo. Pernah suatu kali saya berkata dengan nada ketus padanya, padahal sebenarnya saya hanya sedang kesal dengan diri saya sendiri. Dia hanya bertanya pada waktu yang salah. Bisa saja dia balik marah kepada saya, kan? Namun justru saya bisa merasakan dia tersenyum di ujung telepon sana saat berkata ‘Ya sudah, hati-hati ya di jalan…’

Kalau saya sedang bijaksana, saya tahu harus memilih siapa….

Untuk kali ini, saya sedang tak ingin jadi bijaksana.

Saya ingin tetap menikmati tertawa lepas bersama Pria #1. Merasakan kupu-kupu beterbangan di perut saat berjumpa dan ia menyambut dengan cengiran khasnya. Berpetualang bersama. Berbagi lelucon absurd. Atau sekedar menikmati durian.

Saya juga tak ingin kehilangan tempat saya bisa bermanja. Tempat saya sekedar menyandarkan kepala saat lelah berpetualang. Mendengar dia bercerita dengan nada datar, sedikit gerak tangan, but yet very calming. Meski mungkin Pria #2 akan pingsan kalau saya paksa makan durian.

Seorang sahabat, dengan kata-katanya yang sungguh menohok mengingatkan; Oh, come on! That adventurous guy doesn’t even want you… Kamu tak bisa mencintai 2 orang berbeda pada saat yang sama. Kamu hanya bisa memilih satu atau menyakiti keduanya dan dirimu sendiri.

Saya menutup telinga. Untuk kali ini, sungguh saya sedang tak ingin menjadi bijaksana.

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Parahita Satiti

Perempuan cengengesan, packing-freak, dan tidak keberatan tidur di pojok bandara yang gelap dan kotor, demi menghemat uang penginapan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s