Siap Untuk ‘Bermain’?

 

Tulisan ini merupakan kontribusi oleh The Soul Sista’ (bukan nama yang sebenarnya)

Tulisan ini saya buat beberapa tahun silam.

 

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang pria yang sedang mengalami masalah dalam kehidupan ‘percintaannya’ (kalau memang bisa disebut dengan percintaan, dimana menurut saya lebih banyak nafsu yang berbicara) dengan seorang Janda.
Padahal pria ini sendiri sudah menikah dan mempunyai anak.
Dan, sekarang dia lagi pusing karena si Janda tidak mau mengakhiri hubungan mereka, dan mengancam akan bunuh diri atau akan memberitahukan hubungan ‘ilegal’ mereka ke istri si pria.

Sekarang, kebayang kan pusingnya si pria ini?!

Dia bertanya dari segi spiritual dan realita kepada saya…harus bagaimana ia menghadapi ini semua, sedangkan ia sudah tidak punya ‘perasaan’ apa-apa kepada si Janda ini?!
Dalam hati saya, “Hmmm…memang ada ‘perasaan’ apa gitu awalnya?!”
Karena, seperti sudah saya sebutkan di atas…kalau perasaan cinta sih…saya yakin kemungkinannya kecil.
Kalaupun ada, mungkin hanya perasaan tertantang, ingin tahu, dan tentu saja memuaskan nafsu seksual semata.

Saya bilang saja ke pria itu, “Kalau memang dia berniat bunuh diri, ya sudah…biarin saja bunuh diri. Atau kalau dia akan memberitahu istri anda, ya biarkan saja.”
Dan, si pria ini terbengong-bengong melihat muka saya setelah saya mengatakan semua itu.

Nah…ini dia nih yang menggelikan dari para pria yang seperti ini.
Maaf-maaf saja…tapi kalau kalian sudah berani mengambil keputusan untuk ‘bermain’, berarti harus siap juga menanggung resikonya.
Kan segala sesuatu pasti ada konsekuensinya.
Masalah konsekuensinya seperti apa…bagus atau tidak…itu sifatnya relatif.
Setidaknya, itu sih menurut saya.

Saya sering bertemu dengan cukup banyak player dalam hidup saya.
Entah itu perempuan, maupun laki-laki.
Tua ataupun muda.

Menjadi seorang player itu tidak mengenal gender, usia, maupun warna kulit.
Benar-benar tidak ada diskriminasi dalam bidang yang satu ini.

Entah itu attraction dari saya juga, atau apa, saya dengan mudah sekali menjadi tempat bercerita bagi para player.
Dan, entah bagaimana juga, saya kok mudah sekali ya menangkap cara berpikir mereka…?!
Menurut teman saya dan saudara saya sih, saya juga termasuk player tanpa saya sadari.
Jujur, hal itu membuat saya sempat terdiam.
Tapi, saya rasa mereka ada benarnya.
To know One, you have to be One!
Hehehehe…

Yang saya temui banyak sekali yang masih suka setengah-setengah untuk menjadi seorang player.
Ini nih yang susah.

Kecenderungannya, kalau setengah-setengah, berarti melakukannya pun sangat-sangat tidak mempunyai conscious.
Ya, bahkan untuk menjadi seorang player pun dibutuhkan ‘kesadaran penuh’.
You have to be fully conscious.

Berdasarkan pengalaman saya, para player itu mempunyai tujuan hanya untuk menikmati tantangannya saja, yang bisa menaikkan adrenalin mereka layaknya melakukan olahraga-olahraga ekstrim seperti Bungee Jumping dan sejenisnya.
Bedanya, kalau olahraga-olahraga ekstrim itu lebih terfokus pada fisik.
Sedangkan kalau player fokusnya lebih kepada ‘permainan pikiran’ atau mind games.

Sebetulnya, pada olahraga-olahraga ekstrim juga menggunakan permainan mind. Dengan segala ketegangan yang ada, kita harus tetap bisa memfokuskan pikiran kita agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan, kita semua mengerti betapa sulitnya untuk tetap bisa fokus dengan segala ketegangan itu.
Tapi, kalau player, itu sebetulnya permainan strategi…membaca pikiran dan tindak-tanduk orang lain.
Seperti permainan catur.
Para player harus bisa membaca pikiran orang lain dalam bertindak atau mengambil keputusan sebelum orang itu benar-benar melakukannya.
Dan, jangan salah…biasanya para player itu bawaannya tenang dan tidak banyak bicara kalau di depan umum, karena harus menjadi pengamat.
Jadi, jangan cepat terkecoh dengan pria-pria yang tampaknya lugu atau memberikan kesan pemalu dan baik.
Karena, sejujurnya, para player itu senangnya bermain one-on-one.
Mereka ahli sekali dalam permainan kata-kata dan tahu sekali bagaimana harus bersikap yang tepat di depan ‘si target’ ketika sedang berdua saja dengan targetnya.

Ada tipe player yang memang hanya mencari tantangan, dalam arti kalau mereka sudah bisa menaklukkan hati si target dan sudah tidak ada tantangannya lagi maka mereka akan menjauh.
Tapi, ada juga tipe player yang memang dari awal hanya mencari kepuasan seksual semata.
Ketika si player sudah mendapatkan yang mereka mau, atau sudah berhasil ‘melakukannya’, maka si player akan meninggalkan ‘si target’.

Player yang sejati sebetulnya tidak terlalu mementingkan fisik ‘si target’.
Fisik yang baik memang menjadi penilaian pertama, tetapi kalau ternyata setelah didekati tidak memberikan tantangan, walaupun secantik atau seganteng apapun, player cenderung malas untuk ‘bermain’ dengannya.
Player lebih memilih pada target yang bisa menantang mereka.

Player yang sejati biasanya juga tidak akan menjadikan si target sebagai kekasihnya dalam mencapai tujuannya.
Karena para player cenderung berhasil mendapatkan apa yang mereka mau, sebelum status menempel pada hubungan mereka.

Jadi, kalau ada perempuan atau laki-laki yang sepertinya menunjukkan perhatian besar kepada kita layaknya seorang pacar, tetapi tidak pernah mau menjadikan kita sebagai pacarnya, percayalah, kecenderungan besar, dia hanya sedang ‘bermain’.

Kunci dalam permainan ini adalah satu.
Player tidak pernah menggunakan hati.
Rasa kasihan atau tidak enak hati, atau karma itu tidak ada dalam kamus mereka.
Player tidak mengenal rasa bersalah, karena dari awal mereka sebetulnya sudah menyadari bahwa yang mereka lakukan itu salah, dan mereka juga dengan sadar mengambil keputusan untuk ‘bermain’ itu.
Mereka terima-terima saja kalau sampai ada yang sakit hati atau marah atau dendam ke mereka.
Itu adalah bagian dari resiko permainan mereka, yang mereka sadari dengan penuh.

Jadi, sebetulnya sia-sia saja kalau kita menyimpan rasa marah atau dendam atau apapun ke mereka.
Itu hanya akan menghabiskan energi kita sendiri.
Sedangkan si player sendiri sudah melakukan aksinya lagi ke target berikutnya.

Kalau ada yang ‘bermain’ dan menjadi stres-stres sendiri, itu berarti dia sok bermain, tetapi tidak mengerti sama sekali dengan permainannya sendiri.
Dan ini yang paling bahaya dan yang paling banyak saya temui.
Jujur saja, yang kayak begini sih dibantu juga percuma.
Karena, these players wannabe ini hanya akan terus menerus mencari pembenaran-pembenaran atas tindakan mereka.
Padahal jelas-jelas, dimana ada aksi pasti ada reaksi.

Dan, menurut saya, untuk menghadapi orang-orang yang masih setengah-setengah ini, lebih baik dibiarkan saja sampai jatuh sendiri.
Karena, kecenderungannya, tidak akan kapok, atau akan mengulang kembali pola-pola yang sama kalau belum benar-benar jatuh.
Memang kedengarannya kok sepertinya bodoh sekali…tapi, ya…itulah.
Manusia itu memang lucu.

Jadi, pintar-pintarlah ‘membaca’ orang karena begitu banyak player di sekeliling kita.
Satu hal yang pasti, jangan cepat termakan dengan omongan-omongan manis.
Bagi seorang player mengobral kata-kata manis itu sudah menjadi makanan sehari-hari, jadi mereka dengan mudahnya bisa mengobral kata-kata itu secara alami.

Para player dapat juga dikatakan seorang artis, karena mereka sangat pandai berakting.
Jadi, lebih waspadalah kepada orang-orang yang bisa membuat kita merasa sangat tersanjung, atau diperhatikan, atau dicintai melalui sikap-sikap mereka, terutama dalam jangka waktu yang begitu cepat.

Tapi, menurut saya, yang lebih bahaya adalah, player bahkan bisa membuat kita merasa sangat nyaman berada disekeliling mereka, tanpa mereka perlu berkata-kata atau melakukan apapun.
Mereka tahu sekali bagaimana memainkan atmosfernya.

Dibalik semua itu, kalau kita bisa menaklukkan seorang player, dia akan tunduk dan menjadi seorang pasangan yang sangat setia, bahkan bisa dikatakan dia menjadi seorang pasangan yang ideal bagi kita.

Satu hal lagi, bila kita selalu mengulangi pola yang sama dengan menaruh hati pada para player, itu cukup wajar sih.
Karena, para player itu Too Attractive To Lose, Too Dangerous To Keep.

But in my opinion…the drama is definitely not worth it!

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

This Soul Sista’ loves to read, write, eat, travel, and to enjoy a cup of coffee…and yeah…dogs!

I also do some cards reading by online, if there’s anybody interested, just contact me:

Email: thesoulsista@ymail.com / YM! thesoulsista

Advertisements

One thought on “Siap Untuk ‘Bermain’?

  1. Good writing! Gw setuju banget sama yg ini!!

    Jleb banget deh!!

    – Maaf-maaf saja…tapi kalau kalian sudah berani mengambil keputusan untuk ‘bermain’, berarti harus siap juga menanggung resikonya. Kan segala sesuatu pasti ada konsekuensinya. Masalah konsekuensinya seperti apa…bagus atau tidak…itu sifatnya relatif.
    Karena, sejujurnya, para player itu senangnya bermain one-on-one.

    – Mereka ahli sekali dalam permainan kata-kata dan tahu sekali bagaimana harus bersikap yang tepat di depan ‘si target’ ketika sedang berdua saja dengan targetnya.
    Ada tipe player yang memang hanya mencari tantangan, dalam arti kalau mereka sudah bisa menaklukkan hati si target dan sudah tidak ada tantangannya lagi maka mereka akan menjauh.
    Tapi, ada juga tipe player yang memang dari awal hanya mencari kepuasan seksual semata.
    Ketika si player sudah mendapatkan yang mereka mau, atau sudah berhasil ‘melakukannya’, maka si player akan meninggalkan ‘si target’.

    – Kunci dalam permainan ini adalah satu. Player tidak pernah menggunakan hati.
    Rasa kasihan atau tidak enak hati, atau karma itu tidak ada dalam kamus mereka.
    Player tidak mengenal rasa bersalah,

    – Jadi, sebetulnya sia-sia saja kalau kita menyimpan rasa marah atau dendam atau apapun ke mereka. Itu hanya akan menghabiskan energi kita sendiri. Sedangkan si player sendiri sudah melakukan aksinya lagi ke target berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s