Siapkah Kau untuk Mati Hari Ini ?

 

Tulisan ini merupakan kontribusi oleh Siregarrosey

(Tulisan ini dibuat pada tahun 2008)

 

Dua hari yang lalu dapat kabar dari kakak di Medan, kalau Inangtua (kakak ibu) berada di ICU karena gumpalan cairan di otak. Dia yang beberapa minggu lagi akan berusia 80 tahun, sebelumnya terlihat sehat, gak pernah terdengar sakit yang serius, hingga beberapa waktu yang lalu dia terjatuh dari tempat tidur, entah karena mimpi atau apa. Yang dia tahu, ketika terbangun dia sudah ada dilantai, tapi tidak merasakan pusing atau sakit apapun juga, sehingga kejatuhan itu dianggap angin lalu. Hingga beberapa hari kemudian, dia merasakan sakit yang teramat sangat di perut, dia muntah-muntah yang hebat, dia segera dilarikan ke RS, dan dokter segera melakukan CT Scan, ternyata ada gumpalan cairan di otak akibat jatuh tersebut dan harus segera dioperasi untuk menyedot cairan di kepalanya. Saat ini Inangtua masih terbaring di RS, sudah sadar, tapi belum bisa bicara dan belum mengenali siapapun.

Kemarin dapat kabar dari Abang di Kalimantan, kalau bis sekolah yang biasa dinaiki anaknya terbalik, 1 orang meninggal, 12 orang luka-luka dan patah tulang. Untungnya pada saat itu keponakanku tidak masuk sekolah 2 hari.

Akhir 2007, Inangtua yang di Jakarta, yang tak pernah kedengaran sakit, tiba-tiba jatuh di pasar, koma, dan meninggal beberapa hari kemudian.

Tahun 2006, Mama ke Jakarta untuk menjenguk kami, keadaannya sehat, bicaranya sudah jelas, jalannya lancar walaupun gak kuat jalan terlalu lama, dia bahkan bisa naik tangga hingga ke lantai 3 (tahun 2004 dia kena stroke). Ketika obatnya habis, dia ke RS di Jakarta untuk minta resep, tapi dokter ahli disana tidak mau sembarangan memberi resep sesuai yang biasa dia makan, dan dia memeriksa ulang. Akhirnya dia diberi obat baru, yang jumlahnya sangat banyak, seabrek-abrek. Ketika obat itu habis dan dia kembali ke dokter tersebut, dokter tersebut lagi cuti ke USA, dan dia terpaksa memakai dokter yang lain lagi, dan diberi obat baru lagi. Salah satu obat baru adalah penurun kadar garam, yang membuat dia merasa gelap, beberapa saat kemudian dia kejang/hilang kesadaran untuk beberapa detik…ketika normal, dia tidak sadar akan hal itu. Kami langsung membawa ke RS. Semakin lama frekuensi datangnya serangan semakin cepat, dan durasi kejang semakin lama. Ternyata kadar garamnya sangat rendah (akibat obat sialan itu). Setelah dinormalkan, dokter menyatakan boleh pulang. Ternyata hanya 1 hari di rumah, dia mendapat serangan lagi, semakin lama semakin parah. Kami memakai 3 dokter, dokter ahli dalam (internist), dokter ahli syaraf dan dokter ahli jantung. Dokter-dokter itu mengatakan kondisi dalam dan syarafnya baik, tapi jantungnya sedikit lemah. Internist menyarankan pasang alat pacu jantung, tapi dokter jantung justru mengatakan belum perlu. Kami bingung, dan kondisinya semakin parah….

Total 3x Mama keluar masuk RS dalam jangka waktu 1 bulan…pada saat kali ke-3 kami menolak disuruh pulang karena kami gak tahu harus berbuat apa ketika dia kejang dan hilang kesadaran. Kesadarannya semakin lama semakin hilang, dia sudah tidak mengenali siapapun, termasuk kami anak-anaknya. Kadang dia ingat anak yang lain dan minta bertemu. Abang-abang, keponakan dan Bapak pun dipanggil, semua berkumpul…semua pasrah. Aku ingat, pada saat jaga malam, Mama berkata, “Siapa itu anak kecil tarik-tarik kakiku?”…duegggg…aku takut, padahal saat itu hanya ada kami berdua di ruangan itu. Dia menendang-nendang karena merasa ada yang tarik-tarik kakinya. Di saat lain dia memutar kepalanya hingga ke belakang dan berkata, “Siapa itu?…Banyak banget orang-orang itu….Suruh mereka pergi!”…duhhh…itu adalah saat-saat paling mengerikan dalam hidupku. Aku teringat almarhum Abang nomor 3 yang pada saat-saat terakhinya juga melihat hal-hal aneh yang kita gak melihat. Atas saran dokter internist-nya, katanya detak jantung Mama terlalu lemah, dan itu bisa membuat dia kejang karena lemahnya pompa darah ke otak (bingung, dokter yang satu dengan yang lain kok ngomongnya/resepnya beda-beda ya). Akhirnya kami mengganti dokter, dan atas sarannya Mama melakukan operasi pemasangan alat pacu jantung. Puji Tuhan…semuanya berjalan lancar dan Mama kembali normal. Kini Mama dalam keadaan sehat walafiat, tekanan darahnya normal untuk se-usia dia. Disaat kami begitu ketakutan, dan aku begitu menyesal kenapa Mama datang ke Jakarta dan berganti dokter dan berganti obat, ternyata itu adalah cara Tuhan menunjukkan penyakit Mama yang sesungguhnya, “hanya” karena detak jantung yang lemah, bukan karena darah tinggi. Selama ini kami hanya mengobati darah tingginya…tanpa pernah tahu ternyata biang keroknya adalah jantung.

Tahun 2005 mobil Abang nomer 2 yang di Medan tabrakan. Mobil rusak berat, ringsek. Bila melihat keadaan mobil, rasanya tidak mungkin pengemudinya bisa selamat, tapi Puji Tuhan, Abangku tidak terluka sedikitpun.

Tahun 2002, Abang nomer 3 meninggal karena sinus, tapi setelah visum, penyebab meninggalnya ternyata demam berdarah yang dia dapat dari RS, dan dokter tidak pernah tahu… 😥

Seorang rekan kerja, meninggal dengan sangat tenang dalam tidurnya…
Adik seorang teman kuliah, meninggal karena tabrak lari…
Suami dari seorang teman kuliah meninggal disambar petir…

Semua kejadian-kejadian ini menyadarkan aku, maut mengintai dimana-mana. Jangan pernah berpikir kita akan hidup 10 tahun lagi karena saat ini kita sehat walafiat. Maut bisa datang kapan dan dimana saja, dengan berjuta cara…

Siapkah kita untuk mati hari ini?
Siapkah kita untuk kehilangan orang yang sangat kita cintai hari ini?

Aku siap untuk mati kapan saja tapi untuk kehilangan orang yang kucintai untuk selamanya…duhhh…rasanya belum siap….gue duluan aja deh yang mati…

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Siregarrosey

bungsu dari 7. pisces. single. two sides of coin personality. dog lover. love writing. love traveling. love to love. love to laugh.

Twitter: @rosceh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s