Wake Up Call

 

Tulisan ini merupakan kontribusi oleh Lea Kusumawati

 

My wake up call happened when my father died…
Semua terjadi begitu mendadak…
Tidak ada tanda-tanda…
Tidak ada wejangan penutup…
Tidak ada tanda-tanda fisik melemah…
Tiba-tiba… Semua serba tiba-tiba…
Semua terlihat seperti hari-hari biasa…

Tetapi kepergiannya yang tiba-tiba itu, meninggalkan banyak pelajaran…
1. Penyesalan
2. Keberhasilan dalam kehidupan

Kepergian Papa menyisakan penyesalan ketika tampaknya semua orang lebih mengenal papa daripada saya, anaknya sendiri. Saya yang seharusnya memiliki kenangan indah terbanyak mengenai Papa saya, lebih memilih menghabiskan waktu dengan hal-hal yang menjauhkan saya dari Papa.

Saat Papa masih disemayamkan di rumah duka, pelayat tak berhenti datang. Baik yang kami (keluarga) kenal maupun yang tidak. Bahkan banyak pelayat yang sengaja datang dari luar kota untuk menyampaikan salam terakhir. Beberapa pelayat malah hanya baru beberapa kali bertemu Papa dan itupun sudah lama sekali, tapi mereka tetap datang karena pertemuan dengan Papa menyisakan kenangan yang baik.

Dalam buku Quantum Life Transformation karangan Adi.W.Gunawan, ada satu bagian yg membahas mengenai bagaimana mengetahui anda telah sukses dalam hidup. Caranya adalah dengan mendengar doa-doa orang di sekitar anda ketika anda meninggal. Dengan mendengar semua cerita dan doa dari para pelayat. Papa saya orang yang sukses! Bagaimana Papa saya telah menjalin relasi yang baik dengan orang-orang yang pernah ditemuinya. Dan menjadi orang yang ‘berhasil’ dalam kehidupannya.

Jalan kehidupan Papa bukanlah kehidupan yang mulus. Susah, senang, sedih datang silih berganti. Papa pernah dihina, ditipu, difitnah dan banyak lagi kejadian-kejadian tidak mengenakan lainnya. Tapi reaksi Papa dengan hati yang besar untuk menghadapi semuanya itu yang membuahkan hasil.

Semoga saya bisa menjadi orang seperti Papa saya. Bukan berarti saya melihat seseorang berhasil dari banyaknya pelayat ya… Tapi dari doa orang-orang yang ditinggalkan.

Tanpa perlu harta berlimpah dan jabatan yang tinggi, Papa saya telah berhasil melalui kehidupan ini.
Seandainya masih ada waktu untuk mengulang kembali semuanya. Seandainya masih ada kesempatan untuk saya lebih belajar menjadi orang yang berhati besar seperti Papa saya.

Tetapi penyesalan memang selalu datang terlambat.
Dan sesuatu yang terlambat terkadang menyadarkan kita, bahwa waktu yang kita miliki dengan orang-orang yang berada di sekitar kita sangat berharga.

Terimakasih Pa… Lea bangga jadi anak Papa…
Dan biarlah sekarang Lea belajar dari semua kenangan yang tersisa dengan mencoba memaknai setiap kejadiannya.

Lea sayang Papa…

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Lea Kusumawati

Dreamer /Pet lover /Love to read, write, and crocheting…every person I met…all of the circumstances I’ve been through, whether it was a bad one or a good one…
Keep us to continue learning and growing…
And made who we are today…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s